Mapi León resmi menjadi bagian dari London City Lionesses pada musim panas ini, sebuah keputusan yang mengejutkan dunia sepak bola wanita. Dalam wawancara besar pertamanya sejak pindah dari Barcelona, bek tengah asal Spanyol itu mengungkapkan alasan di balik langkah beraninya tersebut. “Klub ini dibuat untuk wanita. Ini indah dan menarik,” katanya tentang tim asal Kent yang kini menjadi rumah barunya.
Kepindahan ini menjadi salah satu transfer paling mengejutkan di bursa musim panas. León, yang menghabiskan sembilan tahun penuh gelar di Barcelona, memilih pindah ke klub yang musim lalu finis di peringkat keenam Liga Super Wanita Inggris (WSL), meninggalkan tim juara bertahan Liga Champions. Ia tidak sendirian: rekan setimnya di timnas Spanyol, Alexia Putellas, juga bergabung ke klub yang sama, bersama sederet nama besar lain seperti Mary Earps dan Kadidiatou Diani.
Mapi León London City Lionesses: Alasan Tinggalkan Barcelona
Dalam wawancara yang dilakukan di sebuah hotel yang tenang di dekat Maidstone di bawah sinar matahari cerah, pemain berusia 31 tahun itu tampak sangat bahagia dengan keputusannya. “Tubuh saya menginginkan sesuatu yang berbeda,” ujarnya. “Saya menghabiskan bertahun-tahun dalam posisi nyaman, karena bermain di Barça sungguh luar biasa dan sangat menyenangkan, dan gaya permainannya sangat cocok dengan saya.”
León ingin menguji kemampuannya di liga dengan gaya bermain yang jauh berbeda dari Liga F Spanyol. “Saya akan berusaha beradaptasi dengan liga ini dan membuktikan pada diri sendiri bahwa saya mampu bersaing dalam gaya bermain yang bukan gaya terbaik saya,” jelasnya. Ia menambahkan bahwa Liga Inggris bisa memberikan banyak pelajaran, terutama dalam hal transisi, permainan dengan ruang lebih luas, dan tekanan tinggi dari lawan.
Selama membela Barcelona sejak 2017 setelah pindah dari Atlético Madrid, León mengoleksi tujuh gelar liga, tujuh Piala Ratu, dan empat gelar Liga Champions. Ia dikenal sebagai bek tengah dengan kualitas distribusi bola terbaik di generasinya dan menjadi salah satu legenda klub yang tak terbantahkan. Namun, semua pencapaian itu tidak membuatnya berhenti ingin berkembang.
Keputusan Pribadi, Bukan karena Ajakan Putellas
Pengumuman kedatangan Putellas dan León di London City Lionesses terpaut lima hari pada Juli lalu, sehingga banyak yang menduga keputusan mereka saling terkait. Namun, León membantah anggapan tersebut. “Tidak juga, tidak. Kami menganggap masalah pribadi sangat serius,” katanya.
Menurut León, setiap pemain memiliki kebutuhan yang berbeda dalam kariernya. “Apa yang benar-benar kamu butuhkan saat ini? Apa kata tubuhmu? Menurutmu apa yang terbaik untuk terus berkembang dan menjaga ambisimu?” ujarnya, menggambarkan pertanyaan-pertanyaan yang membimbing keputusannya. “Setiap orang membutuhkan hal yang berbeda. Jadi, tidak ada banyak komunikasi di antara kami, dan keputusan itu tidak direncanakan.”
León menjadi satu dari empat starter timnas Spanyol yang meninggalkan Barcelona pada musim panas ini. Ona Batlle pindah ke Arsenal, Salma Paralluelo bergabung dengan Olympique Lyonnais, dan Alexia Putellas memilih London City Lionesses bersama León. Kepergian para pemain bintang ini menjadi sorotan besar di tengah hiruk-pikuk bursa transfer sepak bola wanita.
Michele Kang dan Visi Klub Khusus Wanita
Di balik rentetan rekrutan bintang itu ada sosok Michele Kang, pengusaha asal Amerika Serikat yang menjadi pemilik klub. Kang membawa visi besar menjadikan London City Lionesses klub yang sepenuhnya berorientasi pada sepak bola wanita. León mengaku sangat terkesan dengan ambisi dan mentalitas juara pemilik klubnya itu.
“Kesan yang saya dapat adalah seorang wanita yang berdaya, dengan pola pikir menang, didorong oleh keinginan untuk melihat berbagai hal membaik,” kata León tentang Kang. “Saya ingin menjadi bagian dari klub ini karena klub ini diciptakan untuk wanita, dan itu tidak biasa. Saya pikir ini indah dan menarik.”
León juga menyoroti pentingnya melihat sesama perempuan berbuat banyak untuk kemajuan olahraga wanita. “Melihat wanita lain melakukan begitu banyak hal untuk membantu pertumbuhan sepak bola wanita, saya rasa mustahil untuk tidak menghargainya. Itu adalah sesuatu yang sangat kuat,” ucapnya.
Tantangan Taktik di Liga Inggris yang Ketat
Perbedaan taktik antara Liga Sp
