Zinedine Zidane resmi ditunjuk sebagai pelatih kepala timnas Prancis, menggantikan Didier Deschamps yang mengundurkan diri setelah Piala Dunia 2025. Keputusan ini langsung disambut euforia oleh publik Prancis yang sudah lama menantikan sang legenda kembali ke tim nasional. Pengumuman yang dilakukan pada Selasa pagi waktu setempat ini mengakhiri spekulasi panjang yang telah berlangsung selama bertahun-tahun.
Sambutan Heboh di Markas FFF
Koran olahraga terkemuka Prancis, L’Équipe, langsung memberi judul besar “Il revient” (Dia Kembali) di halaman depannya—sebuah gema dari momen serupa pada 2005 saat Zidane keluar dari masa pensiun internasional. Sekelompok penggemar berkumpul di luar markas Federasi Sepak Bola Prancis (FFF) di Paris, membawa bendera, suar, dan genderang. Sementara itu, lebih dari seratus jurnalis dan kru televisi memadati ruang konferensi pers untuk menyaksikan pengumuman bersejarah ini.
Bagi Zidane, penunjukan ini adalah puncak dari hampir lima tahun menunggu di sela-sela. Sejak meninggalkan Real Madrid pada 2021, ia kerap disebut-sebut sebagai calon kuat pelatih timnas Prancis. “Saya mendapat beberapa tawaran dari klub dalam empat hingga lima tahun terakhir, tapi semuanya saya tolak demi Prancis,” ujar Zidane dalam konferensi pers perdananya.
Proses Penunjukan yang Dinanti
Presiden FFF, Philippe Diallo, mengungkapkan bahwa pembicaraan dengan Zidane sudah dimulai pada Februari 2025, sebulan setelah Deschamps mengumumkan akan mundur setelah turnamen musim panas. “Zinedine Zidane adalah salah satu legenda sepak bola Prancis dan ia telah menyatakan bahwa melatih tim nasional adalah salah satu mimpinya,” kata Diallo. “Kami menginginkan seseorang dengan aura, kemampuan, dan tempat di hati para penggemar serta rakyat Prancis untuk mengelola salah satu tim terbaik di dunia.”
Zidane mengaku bahwa ini adalah hari terbesar dalam karier kepelatihannya. “Ini kebahagiaan yang luar biasa. Saya siap untuk tantangan ini,” ucapnya dengan nada penuh emosi meski tetap tenang di depan kamera.
Mengapa Zidane Memilih Timnas Prancis?
Dalam pernyataannya, Zidane menegaskan bahwa tim nasional adalah satu-satunya yang ia inginkan. “Saya sudah bersama tim Prancis sejak kecil, dari level junior hingga tim senior. Saya agak emosional. Mungkin tidak terlihat, tapi saya sangat bersemangat,” katanya. Ia mengaku telah mempersiapkan diri selama lima tahun terakhir dengan mengamati Prancis tidak hanya sebagai pendukung, tetapi juga sebagai calon manajer. “Saya pikir tidak ada jebakan. Ini hal baru bagi saya, tapi saya tidak takut. Inilah yang saya inginkan.”
Rencana dan Target Zidane sebagai Pelatih Timnas Prancis
Zidane masih enggan membocorkan detail taktik atau gaya bermain yang akan diterapkan. Ketika ditanya apakah Kylian Mbappé akan tetap menjadi kapten, ia memilih menjawab diplomatis: “Saya harus bertemu dengan tim dan para pemain luar biasa ini terlebih dahulu.” Ia juga menekankan bahwa tim harus terus dalam jalur kemenangan, merujuk pada performa impresif Prancis di Piala Dunia 2022 dan 2026.
Mengenai gaya bermain, Zidane hanya bercanda, “Saya dulu seorang gelandang serang (No. 10). Laurent Blanc adalah Laurent, Didier adalah Didier, dan Zizou adalah Zizou.” Jawaban ini mengisyaratkan kemungkinan perubahan arah, meski belum jelas apakah ia akan meneruskan pendekatan menyerang yang diterapkan Deschamps.
Salah satu target jangka panjang Zidane adalah bersaing dengan juara dunia bertahan, Spanyol, yang telah mengalahkan Prancis di tiga semifinal turnamen beruntun. “Saya menghabiskan 25 tahun di Spanyol dan Anda tahu apa artinya itu,” ujarnya. “Tapi tugas kami bukan hanya mengalahkan Spanyol. Kami harus mengalahkan semua tim.”
Persiapan Menuju Laga Pertama
Kontrak Zidane selama empat tahun akan mulai berlaku bulan depan. Staf kepelatihannya yang diperluas akan diumumkan beberapa minggu sebelum laga internasional pertama musim baru. “Kita akan bertemu lagi pada September untuk membahasnya. Ada baiknya kami memiliki tiga minggu bersama para pemain.” Pertandingan pertamanya sebagai pelatih kepala akan digelar di Turki pada 25 September 2025, sebelum menjamu Italia di Stade de France.
Kesimpulan: Era Baru Les Bleus Dimulai
Penunjukan Zinedine Zidane sebagai pelatih timnas Prancis menandai babak baru yang penuh harapan bagi penggemar sepak bola Prancis. Dengan reputasi legendarisnya sebagai pemain dan kesuksesannya di level klub, publik yakin Zidane mampu membawa Prancis kembali ke puncak sepak bola dunia. Sambutan meriah di markas FFF hanyalah awal dari perjalanan panjang yang dinanti-nantikan.
