Mantan manajer legendaris Manchester United, Sir Alex Ferguson, memberikan penghormatan terakhirnya kepada Kevin Keegan. Keegan, yang baru saja meninggal dunia pada usia 75 tahun karena penyakit kanker, dikenang sebagai salah satu karakter paling dicintai dalam dunia sepak bola. Ferguson menyebut Keegan sebagai sosok yang membangun tim terhebat dalam sejarah Newcastle United.
Persaingan Sengit di Liga Premier
Ferguson dan Keegan pernah terlibat dalam persaingan ketat memperebutkan gelar Liga Premier. Pada musim 1995-1996, Manchester United milik Ferguson berhasil mengalahkan Newcastle yang dilatih Keegan untuk merebut juara. Meski persaingan itu sempat memanas, Ferguson mengaku sangat menghormati lawannya.
“Saya memiliki rasa hormat yang sebesar-besarnya padanya. Kami sering berduel saat ia menjadi manajer Newcastle, tapi pekerjaan yang ia lakukan di sana sungguh fantastis. Dia menghidupkan kembali klub itu dan membawa semangat serta fanatisme yang hanya bisa diberikan oleh pendukung hebat,” kata Ferguson dalam wawancara dengan Track Radio.
Membangun Tim Terbaik Newcastle
Salah satu pencapaian terbesar Kevin Keegan adalah membangun skuad Newcastle yang dikenal sebagai “The Entertainers”. Ferguson menilai bahwa tim asuhan Keegan adalah yang terbaik dalam sejarah klub. Keegan berhasil mendatangkan tiga pemain kelas dunia: David Ginola, Faustino Asprilla, dan Philippe Albert. Mereka memberikan sentuhan kelas pada tim yang sebelumnya hampir terdegradasi ke divisi tiga.
Saat Keegan mengambil alih, Newcastle berada dalam ancaman degradasi ke kasta ketiga. Namun, ia berhasil menyelamatkan klub dari nasib buruk tersebut dan mempromosikan mereka ke Liga Premier pada tahun 1993. Gaya bermain Newcastle yang atraktif membuat mereka mendapat julukan “para penghibur”.
Momen Emosional dan Persahabatan
Meskipun persaingan di papan atas sempat memicu ketegangan—Keegan pernah meluapkan amarahnya di depan kamera televisi karena komentar Ferguson—keduanya tetap menjaga hubungan baik. Ferguson mengagumi kemampuan Keegan dalam membangun kembali Newcastle tanpa menyimpan dendam.
Beberapa minggu setelah musim 1995-1996 berakhir, Ferguson dan Keegan tidak sengaja bertemu di sebuah pub dekat lapangan golf Wentworth. Mereka menghabiskan malam bersama di depan piano, melupakan semua rivalitas yang pernah terjadi. “Hal hebat tentang dirinya, ia tidak menyimpan dendam. Itu adalah kualitas luar biasa yang ia miliki. Kami bersenang-senang malam itu. Semua yang terjadi sebelumnya segera terlupakan. Saya sangat menghormatinya karena hal itu,” kenang Ferguson.
Dalam pandangan Ferguson, Keegan adalah sosok yang membawa cinta pada permainan dengan sepenuh hati. Cinta itu menular ke para penggemar dan pemain. Periode Keegan di Newcastle adalah masa penuh emosi dan kegembiraan. “Itu memberi Newcastle—saya rasa—tim terbaik yang pernah mereka miliki,” pungkas Ferguson.
Penghormatan dari Sir Alex Ferguson ini menegaskan betapa besar pengaruh Kevin Keegan dalam sepak bola Inggris, terutama dalam membangun identitas Newcastle United sebagai klub yang penuh gairah dan sepak bola menghibur.
