Kembalinya Alphonso Davies di Momen Krusial
Setelah absen cukup lama, Alphonso Davies akhirnya siap turun kembali bersama Timnas Kanada. Bintang Bayern Munich itu menjalani sesi konferensi pers pertamanya di Los Angeles pada Sabtu siang waktu setempat. Ia berjanji bahwa laga 32 besar perdana turnamen ini akan menjadi panggung comeback yang sudah lama dinanti para penggemar.
Bagi Kanada, yang akan menghadapi sesama pendatang baru fase gugur, Afrika Selatan, pada laga Minggu siang, kembalinya Davies tidak bisa datang di waktu yang lebih tepat. Pelatih kepala Jesse Marsch pun menyambut baik situasi ini. Sebelumnya, Marsch sempat menggunakan isu kebugaran Davies sebagai taktik pengalih perhatian saat melawan Swiss di Vancouver pekan ini. Namun, gimmick tersebut tidak berhasil. Les Rouges akhirnya menelan kekalahan pertama di Piala Dunia mereka dan harus turun ke peringkat lebih rendah.
Peluang Menulis Sejarah Baru
Menghadapi salah satu tim peringkat terendah yang berhasil lolos dari fase grup, Alphonso Davies dan Marsch memiliki kesempatan untuk menambah deretan catatan pertama yang sudah mereka raih bulan ini. Kemenangan juga bisa menutup luka lama yang terbuka di stadion megah yang sama pada Maret lalu.
Saat itu, stadion yang kini bernama SoFi Stadium menjadi saksi cedera ACL yang memulai mimpi buruk Davies. Cedera tersebut tidak hanya mengganggu kariernya, tetapi juga menimbulkan ketegangan antara tim nasional, pelatih, kapten, dan klubnya, Bayern Munich. “Kembali ke stadion ini, rasanya seperti saya bisa menyelesaikan apa yang saya mulai setahun lalu dan benar-benar menikmati bermain di sini,” ujar Davies, yang belum pernah memperkuat Kanada sejak cedera itu. “Pertama kali di stadion ini indah, tapi terpotong pendek. Pada akhirnya, itulah sepak bola.”
Kebugaran Davies dan Bombito Jadi Kunci
Bek kiri ini terpaksa duduk dan menyaksikan terlalu banyak pertandingan akhir-akhir ini. Davies menggambarkan perannya sebagai penonton selama Grup B sebagai hal yang “menyakitkan”. Ia sempat melontarkan momen lucu saat seorang jurnalis Jerman bertanya apakah ia akan masuk starting XI untuk melawan Bafana Bafana. “Mulai!?” celetuk Davies dengan nada tak percaya, seolah isyarat bahwa ia pasti akan diturunkan sejak menit pertama.
Meski begitu, Davies hanyalah satu bagian yang kembali. Kanada kehilangan Ismaël Koné akibat patah tulang kaki yang mengenaskan saat melawan Qatar, namun kini mereka mendapatkan dua pemain terbaiknya – Alphonso Davies dan Moïse Bombito – kembali di fase paling menentukan turnamen.
“Sekarang Alphonso kembali, sehat, dan siap tampil, ini momen besar bagi tim,” tambah Marsch. “Ini mengubah potensi tim kami dan apa yang bisa kami lakukan di turnamen ini. Idenya adalah: bisakah kami menjadi lebih kuat seiring turnamen berjalan? Saat lawan semakin tangguh dan momen semakin besar? Di situlah kami sekarang.”
Tantangan dari Afrika Selatan
Jika Bombito fit, ia pasti harus mulai hari Minggu. Kecepatannya bisa menjadi kunci melawan Afrika Selatan yang beberapa kali membakar Korea Selatan dalam kejutan di Monterrey, Rabu malam. Meski terpaut 30 peringkat di ranking FIFA, Bafana Bafana tiba di sini dengan momentum lebih besar. Mereka juga akan menyambut kembali gelandang maestro Teboho Mokoena yang bebas dari skorsing.
“Saya pikir kita sudah bisa mengatakan bahwa Piala Dunia ini sukses bagi kami,” kata pelatih veteran Afrika Selatan, Hugo Broos, pada Sabtu. “Itu bukan berarti kami puas dan hanya bermain besok lalu pulang. Kami ingin lebih. Kami harus tampil di level terbaik. Tapi jika kami berhasil lagi dan melaju ke babak ketiga, itu akan menjadi keajaiban bagi Bafana Bafana.”
Mokoena kemungkinan akan kembali berduet dengan Yaya Sithole, yang menjalani penebusan luar biasa setelah kartu merah di laga pembuka melawan Meksiko dengan performa gemilang melawan Korea.
Status Eustáquio dan Dampaknya
Di sisi lain, status wakil kapten Kanada, Stephen Eustáquio, sama besarnya dengan Davies atau Bombito. Gelandang Porto itu dikabarkan mengalami kelelahan otot dan hanya bermain 30 menit dari bangku cadangan saat melawan Swiss di Vancouver. Absennya sangat terasa.
Setelah euforia kemenangan Piala Dunia pertama dengan menghancurkan Qatar 6-0, Rabu lalu menjadi antiklimaks bagi Kanada dan Marsch. Taktik asap soal kebugaran tidak berjalan mulus di negara tuan rumah bersama. Los Angeles menawarkan kesempatan untuk mengubah Piala Dunia yang baik menjadi sesuatu yang hebat. Dengan hanya satu pertandingan pada hari Minggu, pemenangnya akan menjadi tim pertama yang lolos ke 16 besar dan bisa bersantai menyaksikan apakah Maroko atau Belanda yang akan bergabung dengan mereka di Houston.
Kesiapan Mental Menghadapi Tekanan
“Kami akan mengalami kesulitan, kami akan mengalami kesuksesan, kami akan menghadapi tantangan. Kuncinya adalah kami siap untuk bangkit,” ujar Marsch. “Bagi saya, saya hidup untuk momen-momen ini. Saya yakin Alphonso juga akan mengatakan hal yang sama. Anda hidup untuk momen ketika Anda diuji dan bisa menunjukkan seberapa bagus Anda.”
Pertandingan melawan Afrika Selatan bukan sekadar laga biasa. Ini adalah kesempatan bagi Alphonso Davies untuk menuntaskan cerita yang terputus setahun lalu, sekaligus membawa Kanada melangkah lebih jauh di panggung terbesar sepak bola dunia. Dengan kombinasi pemain kunci yang kembali fit dan semangat juang yang membara, Kanada siap menulis babak baru dalam sejarah mereka.
