Jordan Nobbs menegaskan bahwa membawa Newcastle promosi ke Women’s Super League (WSL) adalah impian yang sangat ingin ia wujudkan. Gelandang yang telah mengoleksi 71 caps bersama tim nasional Inggris ini menyebut misi tersebut sebagai “pekerjaan yang tuntas” jika berhasil dilakukan. Baginya, menghadirkan wakil dari kawasan timur laut Inggris ke kasta tertinggi sepak bola putri akan menjadi pencapaian yang tak ternilai.
Nobbs, yang lahir di Stockton-on-Tees, percaya sepak bola putri di wilayahnya akan diuntungkan besar bila ada klub dari timur laut yang berlaga di divisi teratas. Newcastle sendiri mengakhiri musim lalu di posisi keenam WSL2 (kasta kedua), tertinggal 11 poin dari juara Birmingham dan sembilan poin dari zona playoff. Namun pada musim panas ini, klub menunjukkan ambisinya lewat sejumlah rekrutan dari tim-tim divisi utama.
Target Jordan Nobbs dan Newcastle: Promosi ke WSL
Nobbs tidak ragu menyebut target Newcastle untuk musim baru: promosi. Ia mengakui target serupa juga sempat disuarakan pada musim lalu, tetapi kini tekad itu harus diwujudkan. “Saya selalu bilang segala sesuatu tidak terjadi dalam semalam, tapi itulah tujuan kami. Kamu harus mengatakannya dengan lantang,” ujarnya.
Untuk mewujudkan target itu, Newcastle tidak setengah-setengah di bursa transfer. Klub mendatangkan sejumlah pemain berpengalaman dari divisi utama, sebuah sinyal nyata bahwa mereka serius mengejar promosi. Beberapa rekrutan anyar yang sudah resmi bergabung antara lain:
- Martha Thomas dari Tottenham;
- Leanne Kiernan dari Liverpool;
- Gemma Evans dari Liverpool.
Kedatangan para pemain ini jelas menambah daya saing skuad Newcastle. Nobbs sendiri optimistis timnya bisa bersaing di papan atas musim ini. Ia mengingatkan bahwa seluruh pemain harus segera menyatu agar target promosi bisa tercapai.
Evaluasi Musim Lalu: Sembilan Hasil Imbang yang Terlalu Banyak
Menilik kembali perjalanan musim lalu, Nobbs mengakui Newcastle menampilkan sejumlah performa yang sangat baik. Namun sembilan hasil imbang membuat timnya kehilangan terlalu banyak poin dan akhirnya gagal menembus zona promosi. “Itu terlalu banyak poin yang hilang,” katanya. “Kami hanya perlu fokus mencari cara untuk menang.”
Nobbs menilai selisih kualitas Newcastle dengan tim-tim teratas sebenarnya tidak terlalu besar. Ia menekankan pentingnya membangun dari hal-hal positif yang sudah ada musim lalu daripada mengubah banyak hal. “Saya pikir kami tidak jauh dari itu,” tambahnya. Konsistensi dan kemampuan memenangi laga-laga ketat menjadi kunci yang harus ditingkatkan.
Perjalanan Nobbs dan Minimnya Wakil Timur Laut di WSL
Nobbs memulai kariernya di Sunderland dan sempat tampil di divisi teratas bersama klub tersebut. Namun ketika WSL diluncurkan pada 2011 dan aplikasi Sunderland untuk bergabung ditolak, ia memutuskan pindah ke Arsenal. Kepindahan itu sekaligus membubarkan tim Sunderland yang kala itu juga diperkuat Lucy Bronze dan Lucy Staniforth, dua pemain yang kelak menjadi rekan Nobbs di tim nasional Inggris.
Sunderland memang sempat kembali berlaga di kasta tertinggi pada periode 2015 hingga 2018. Meski begitu, representasi timur laut di WSL tetap sangat jarang. Karena itu, Nobbs bersyukur melihat investasi yang mengalir ke Newcastle dalam beberapa tahun terakhir, sementara salah satu rival mereka di WSL2 baru saja diambil alih oleh Bay Collective pada Juni lalu.
Promosi Bisa Mengubah Wajah Sepak Bola Putri di Timur Laut
Bagi Nobbs, promosi Newcastle bukan hanya soal kebanggaan klub, tetapi juga masa depan sepak bola putri di kawasan utara. “Sudah lama sekali dinanti, tapi inilah yang selalu kami inginkan sebagai orang utara,” katanya. “Kami tidak ingin timur laut meredup. Kami ingin menunjukkan para pemain yang berasal dan berkembang dari sana.”
Menurut Nobbs, arah pertumbuhan sepak bola putri di kawasan itu kini sudah benar. Namun batu loncatan terbesar adalah tembus ke WSL, yang akan menjadi momen kembalinya timur laut ke peta sepak bola putri Inggris. Ia pun ingin menjadi bagian dari sejarah tersebut. “Saya ingin sekali terlibat di dalamnya,” ujarnya.
Nobbs Menemukan Kembali Performa Terbaiknya
Di usia 33 tahun, Nobbs justru merasa menemukan kembali performa terbaiknya bersama Newcastle. Setelah bergabung pada Juli lalu, ia mengaku sangat menikmati perannya dalam skuad asuhan Tanya Oxtoby. Perbedaan paling terasa adalah posisinya di lapangan yang kini kembali lebih maju dan menyerang.
“Saat di Aston Villa, saya banyak bermain di posisi yang lebih dalam. Sekarang saya senang bisa kembali ke posisi tinggi, mencetak gol, memberi assist, dan berada di tempat yang membuat saya bahagia,” jelas Nobbs. Ia merasa percikan permainannya yang sempat hilang kini kembali terasa. Dengan kondisi seperti ini, kontribusinya untuk membawa Newcastle promosi akan sangat menentukan.
Dengan target yang jelas, tambahan pemain berkualitas, dan kepercayaan diri yang kembali tumbuh, Newcastle memiliki modal kuat untuk bersaing memperebutkan tiket promosi. Bagi Nobbs, memenangkan promosi bersama Newcastle akan menjadi jawaban atas mimpi yang sudah lama ia pendam sejak kecil di timur laut. Ia ingin membuktikan bahwa kawasan itu pantas kembali memiliki wakil di WSL.
Kini semua tinggal pembuktian di lapangan. Musim baru akan menjadi ujian nyata sejauh mana ambisi Newcastle dan Nobbs bisa diwujudkan. Jika berhasil, nama timur laut akan kembali bersinar di panggung tertinggi sepak bola putri Inggris.
