Musim Manis yang Berakhir Pahit bagi Barcelona Femení
Kegembiraan meraih empat trofi di musim 2025-26 ternyata hanya berlangsung singkat bagi tim wanita Barcelona. Klub raksasa Catalan itu kembali menghadapi gelombang kepergian pemain di musim panas kedua secara berturut-turut. Jika memenangkan Liga Champions saja tidak cukup untuk mempertahankan para pemain bintang, apa lagi yang bisa dilakukan klub?
Sejauh ini, tujuh pemain telah meninggalkan juara Eropa tersebut, sementara satu-satunya rekrutan anyar hanyalah Renee van Asten (19 tahun) dari Ajax. Situasi ini menjadi semakin pelik karena sebagian besar pemain terbaik justru termasuk dalam daftar mereka yang angkat kaki. Eksodus pemain Barcelona ini dipimpin oleh dua kali peraih Ballon d’Or, Alexia Putellas, diikuti oleh rekan setimnya di tim nasional Spanyol: Ona Batlle, Mapi León, dan Salma Paralluelo.
Apa Penyebab Kepergian Massal Ini?
Seperti yang sering terjadi dalam sepak bola, jawabannya adalah uang. Masalah financial fair play La Liga pria terus mengganggu klub dari akar hingga pucuk. Saat artikel ini ditulis, tim wanita Barcelona hanya memiliki 17 pemain senior — dua kiper, enam bek, enam gelandang, dan tiga penyerang — meskipun mereka sedang dalam negosiasi untuk mendatangkan penyerang Brasil, Kerolin, dari Manchester City.
Kepergian Putellas merupakan pukulan terbesar. Ia meninggalkan rumahnya selama 14 tahun untuk bergabung dengan London City Lionesses milik Michele Kang di Women’s Super League (WSL). Fakta bahwa ia pergi dengan status bebas transfer menyoroti krisis manajemen internal di klub. Mapi León mengikuti kapten Blaugrana itu ke London City, juga dengan transfer gratis. Di sana, mereka akan bersatu kembali dengan tiga mantan rekan setim: Jana Fernández, María Pérez, dan Lucía Corrales.
WSL telah menjadi tujuan favorit para pemain Barcelona; 14 dari 19 pemain yang hengkang sejak 2024 memilih klub Inggris. Batlle menandatangani kontrak dengan Arsenal, bergabung dengan mantan pemain sayap Barcelona, Mariona Caldentey. Sementara itu, Salma Paralluelo belum mengumumkan destinasi musim depannya, meskipun PSG menjadi favorit setelah negosiasi dengan Chelsea gagal.
Dampak pada Kekuatan Skuad
Kepergian-kepergian ini terjadi sejak 2024 dan mencakup pemain akademi yang sudah tampil reguler di tim utama. Di sisi lain, hanya ada dua pemain baru yang direkrut dan dua produk akademi yang naik ke tim senior. Kiper cadangan Ellie Roebuck tiba pada Juli 2024, tetapi pergi setelah satu musim, sementara Laia Aleixandri bergabung dengan status bebas transfer dari Manchester City pada Juni 2025.
Dengan latihan pramusim yang dimulai pada Senin, 27 Juli, tekanan untuk merekrut pemain baru semakin besar. Skuad saat ini tampak sangat tipis, bahkan berbahaya jika ada cedera. Klub telah berjanji akan ada rekrutan baru yang akan diumumkan segera, entah itu pemain profesional berpengalaman atau lulusan akademi.
Akademi: Sumber Daya yang Mulai Mengering
Musim lalu, produk akademi seperti Aïcha Camara dan Clara Serrajordi naik ke tim senior saat situasi serupa terjadi. Barcelona biasanya mampu mempromosikan pemain berkualitas dari dalam, tetapi masalahnya kini pemain kunci akademi pun ikut hengkang. Kiper Txell Font pindah ke tetangga FC Badalona, Adriana Ranera bergabung dengan Deportiva de A Coruña, Martine Fenger pergi ke Hoffenheim, dan Alba Caño berlabuh di NWSL bersama Boston Legacy.
Beberapa pemain akademi memang sukses naik level musim lalu dan bahkan menyelamatkan kampanye klub. Serrajordi menjadi pelapis di lini tengah saat Aitana Bonmatí atau Patri Guijarro absen, sementara Camara memainkan peran besar di lini pertahanan saat Batlle cedera selama sebulan. Namun, karena pemain akademi terbaik sudah diberi kontrak tim utama, opsi yang tersisa semakin terbatas musim panas ini. Gelandang Carla Julià (19) dan Rosalía Domínguez (17) saat ini menjadi favorit untuk naik ke tim utama jika klub memprioritaskan rekrutan dari dalam.
Ancaman Finansial dan Olahraga
Musim lalu, Barcelona Femení mencatat laba sebesar €1,955 juta (£1,67 juta), hasil keuangan terbaik sejak musim 2023-24. Ini didorong oleh peningkatan hadiah uang Liga Champions dan keberhasilan meraih tiga trofi domestik. Namun, dengan kepergian beberapa nama besar, sulit untuk menyamai angka tersebut pada 2026-27.
Hilangnya Batlle akan berdampak besar pada pertahanan, terutama setelah Fridolina Rölfö pindah ke Manchester United setahun sebelumnya. Renee van Asten telah didatangkan dari Ajax, dan Martina Fernández kemungkinan kembali dari pinjaman di Everton. Lini depan tampak lebih tipis, meskipun pelatih Pere Romeu memiliki gaya sepak bola tertentu yang memungkinkannya memainkan gelandong seperti Vicky López, Kika Nazareth, dan Sydney Schertenleib di lini serang.
Kesimpulan: Menanti Badai Cedera Berikutnya
Tim ini terasa seperti satu cedera besar dari kehancuran. Musim lalu mereka beruntung — bahkan berhasil memenangkan semua yang bisa dimenangkan — tetapi berapa lama lagi hal ini bisa bertahan? Sebuah tim yang ingin mempertahankan gelar juara Eropa tidak bisa terus-menerus mengandalkan produk akademi. Eksodus pemain Barcelona ini menjadi ujian nyata bagi ambisi dan manajemen klub. Dengan skuad yang semakin menipis dan persaingan yang semakin ketat, Barcelona harus segera bergerak cepat jika tidak ingin kehilangan dominasi mereka di sepak bola wanita Eropa.
