Polisi Desak Klub Sepak Bola Inggris Kurangi Beban Keamanan dan Biaya Wajib Pajak

Jumlah Laporan Insiden Sepak Bola di Inggris Capai Rekor

Musim lalu, jumlah pertandingan sepak bola di Inggris dan Wales yang melibatkan laporan insiden kepada polisi mencapai level tertinggi sepanjang sejarah. Lonjakan ini terjadi di tengah tren penurunan jumlah penangkapan yang perlahan kembali ke angka sebelum pandemi.

Berdasarkan laporan tahunan dari Home Office yang dirilis Kamis lalu, terdapat peningkatan 4% dalam jumlah pertandingan dengan laporan “perilaku antisosial, kekerasan, dan kerusuhan terkait sepak bola” pada musim 2025-26. Laporan tercatat di 1.644 pertandingan, naik dari 1.580 pada musim sebelumnya. Data ini menjadi sorotan utama dalam seruan polisi agar klub-klub besar turut meringankan beban keamanan yang selama ini ditanggung wajib pajak.

Data Penangkapan dan Jenis Pelanggaran

Home Office mencatat ada empat penangkapan (atau tindakan lain seperti pemeriksaan sukarela) per 100.000 penonton pada pertandingan sepak bola pria musim 2025-26. Kompetisi FA Cup menjadi ajang dengan tingkat penangkapan tertinggi. Sementara itu, di pertandingan wanita, jumlahnya hanya empat penangkapan secara total.

Total penangkapan musim lalu mencapai 1.695, turun dari 1.744 pada 2024-25 dan puncak 2.198 selama musim terdampak pandemi 2021-22. Namun, di balik angka tersebut terjadi peningkatan jumlah penangkapan dan tindakan lain yang terkait dengan gangguan ketertiban umum, yang merupakan jenis pelanggaran paling umum.

Perubahan data juga memengaruhi laporan tahun ini. Contohnya, pada musim lalu ditambahkan pelanggaran “masuk tanpa izin” ke dalam Undang-Undang Penonton Sepak Bola 1989. Sebanyak 45 penangkapan dilakukan berdasarkan aturan baru tersebut, yang seharusnya membuat total penangkapan dan tindakan turun 4% jika aturan ini tidak diterapkan.

Kategori Baru: Seksisme dan Kekerasan Terhadap Perempuan

Home Office juga menambahkan kategori baru yaitu “seksisme dan misogini” serta “kekerasan terhadap perempuan dan anak perempuan” ke dalam daftar perilaku yang bisa dilaporkan oleh suporter, baik kepada polisi maupun badan seperti FA atau Kick It Out. Menurut pernyataan Home Office, sebanyak 22 pertandingan dilaporkan atas perilaku seksis dan 37 pertandingan atas kekerasan terhadap perempuan. Kenaikan laporan secara keseluruhan sebagian besar didorong oleh kategori baru ini.

Jenis insiden yang paling sering dilaporkan adalah “kejahatan kebencian” (hate crime), terjadi di 491 pertandingan. Posisi kedua adalah laporan pelemparan benda (359 pertandingan), dan ketiga penggunaan kembang api (316 pertandingan).

Larangan Menonton Sepak Bola Tertinggi Sejak 2012

Data lain dari Home Office menunjukkan jumlah larangan menonton sepak bola (Football Banning Orders/FBO) yang dikeluarkan mencapai level tertinggi sejak 2012. Saat ini ada 2.460 FBO yang berlaku, naik 568 dari musim sebelumnya—lebih rendah dibandingkan kenaikan 685 pada 2024-25. FBO adalah sanksi yang mencegah seseorang yang terbukti melakukan kejahatan terkait sepak bola untuk menghadiri pertandingan.

Polisi: Klub Harus Bayar Keamanan di Luar Stadion

Kepala polisi Mark Roberts, yang memimpin pengamanan sepak bola di Inggris dan Wales, menyatakan laporan Home Office terbaru menunjukkan perlunya meninjau kembali pendanaan pengamanan sepak bola. Pasalnya, 46% penangkapan dan tindakan terjadi di luar stadion. “Kejahatan terkait sepak bola tidak berhenti begitu suporter keluar dari stadion. Namun, di bawah sistem saat ini, klub sepak bola bernilai miliaran pound tidak mengeluarkan uang sepeser pun untuk pengamanan di luar area stadion,” ujar Roberts. “Akibatnya, wajib pajak harus menanggung tagihan sebesar £70 juta setiap musim. Ini tidak bisa dibiarkan terus berlanjut.”

Pernyataan Roberts ini menegaskan bahwa beban keamanan klub sepak bola seharusnya tidak sepenuhnya ditanggung publik. Klub-klub kaya di Liga Premier dinilai memiliki kemampuan finansial untuk berkontribusi lebih besar dalam menjaga ketertiban di sekitar tempat pertandingan.

Tanggapan Premier League: Investasi Besar dalam Keamanan

Seorang juru bicara Premier League menyatakan bahwa liga dan klub-klubnya bekerja sama erat dengan kepolisian di tingkat nasional dan lokal untuk memastikan lingkungan yang aman dan ramah bagi semua penggemar. “Kami menginvestasikan lebih dari £90 juta per musim untuk steward, keamanan, pencegahan kejahatan di komunitas, serta serangkaian proyek percontohan berbasis teknologi bersama kepolisian dan UKFPU (United Kingdom Football Policing Unit),” jelasnya.

Juru bicara tersebut menambahkan bahwa pendekatan kemitraan ini akan membantu polisi mengurangi permintaan pengamanan di sekitar pertandingan sepak bola secara aman, seiring dengan terus menurunnya jumlah penangkapan dalam satu dekade terakhir. Meskipun begitu, polisi tetap mendesak adanya perubahan kebijakan agar klub-klub besar turut menanggung biaya pengamanan di luar stadion, yang hingga kini masih menjadi beban keamanan klub sepak bola yang ditanggung wajib pajak.