Kisah tragis pemain sepak bola wanita Sheffield United, Maddy Cusack, yang meninggal pada September 2023 di usia 27 tahun, kembali menjadi sorotan. Dalam sidang lanjutan di Chesterfield, kekasih Maddy, Grace Riglar, mengungkap bahwa komentar dari mantan manajer Jonathan Morgan menjadi pemicu perubahan pola makan Maddy Cusack. Riglar menceritakan bagaimana komentar yang menyangkut berat badan Maddy membuat kebiasaan makannya berubah secara drastis.
Kronologi Sidang dan Kesaksian Emosional Grace Riglar
Grace Riglar, yang juga bermain bersama Maddy di Sheffield United pada musim 2022–2023, memberikan kesaksian dengan mata berkaca-kaca di hadapan pengadilan pada Selasa (25/3/2025). Ia menggambarkan Maddy sebagai pribadi yang sangat perhatian dan selalu ingin yang terbaik bagi orang lain. Riglar menyebut bahwa setelah Morgan tiba di klub pada Februari 2023, ia memanggil semua pemain yang berpacaran untuk sebuah pertemuan.
Dalam pertemuan tersebut, Morgan memberikan aturan soal hubungan antarpemain, termasuk bahwa jika ia kesal pada salah satu dari mereka, yang lain tidak boleh menyimpan dendam. Riglar mengatakan pertemuan itu membuat Maddy merasa tidak nyaman. Morgan sendiri dijadwalkan memberikan kesaksian pada hari Senin berikutnya dan saat ini mewakili dirinya sendiri di persidangan.
Dampak Komentar Manajer pada Pola Makan Maddy
Salah satu pengakuan paling mengejutkan adalah soal bagaimana Morgan mempengaruhi kebiasaan makan Maddy. Riglar menuturkan, Maddy pernah memberitahunya bahwa Morgan membuat komentar tentang kebugaran atau berat badannya setelah satu sesi latihan. “Setelah itu, kebiasaan makannya berubah sedikit. Ada perubahan kecil dalam pola makannya yang mungkin tidak terlalu sehat,” ujar Riglar.
Riglar juga mengungkap bahwa Morgan pernah memanggil Maddy “psycho” dari pinggir lapangan saat bertanding di klub sebelumnya. Meskipun Maddy dikenal sebagai sosok tangguh ia tetap merasa tidak nyaman dengan komentar tersebut. Namun saat ditanya langsung oleh Morgan apakah ia pernah mendengar Morgan menyebut Maddy “gendut”, Riglar menjawab tidak.
Lingkungan Tim dan Perbandingan dengan Manajer Sebelumnya
Menurut Riglar, sebelum Morgan datang, Sheffield United memiliki lingkungan yang sangat baik di bawah asuhan manajer sebelumnya, Neil Redfearn. Redfearn mengundurkan diri pada November 2022 setelah dua tahun memimpin tim. Riglar mengaku bahwa selama di Sheffield ia tidak tahu harus ke mana jika memiliki masalah, berbeda dengan pengalaman positifnya di klub lain. Pengacara tim kemudian menanyakan soal petugas perlindungan pemain (safeguarding officer), namun Riglar tidak mengingatnya.
Peran Ganda Maddy dan Beban Kerja Tinggi
Pengadilan juga mendengar kesaksian dari Eoin Doyle, manajer langsung Maddy di departemen pemasaran klub tempat ia bekerja paruh waktu. Maddy mendapat total gaji £38.000 per tahun untuk dua peran dengan jam kerja sekitar 50 jam per minggu. Doyle menyebut Maddy sebagai karyawan yang baik dan bisa dipercaya. Ia ingat percakapan pada Agustus 2023 di mana Maddy tampak “terbenam dalam dirinya sendiri”. Ketika Maddy meminta izin cuti pada September 2023, Doyle langsung mengizinkannya.
Faktor-Faktor yang Diduga Berkontribusi pada Kematian Maddy
Saat ditanya apa yang menurutnya berkontribusi pada kematian Maddy, Riglar menjawab bahwa kedatangan Morgan ke Sheffield United menjadi “bagian besar”. Ia menekankan tidak bisa menyalahkan satu orang, tapi ia yakin Morgan adalah alasan utama. Sidang akan dilanjutkan pada hari Rabu. Bagi yang mengalami masalah serupa, tersedia layanan dukungan krisis di berbagai negara.
Catatan: Jika Anda atau seseorang yang Anda kenal mengalami kesulitan, hubungi Samaritan di Inggris dan Irlandia di 116 123, atau National Suicide Prevention Lifeline di AS di 988, serta Lifeline di Australia di 13 11 14.
